Peta Jalan Green Economy Indonesia


Jakarta, 27 Oktober 2014. Thamrin School dengan difasilitasi olehKelomResource Revolutionpok Kerja Adaptasi, Dewan Nasional Perubahan Iklim(DNPI) dan Indonesia Climate Change Center (ICCC) mengadakan bedah buku: Resource Revolution: How to Capture the Biggest Business Opportuny in A Century (2014), yang ditulis oleh Stefan Heck, Matt Rogers dan Paul Caroll; dan hasil penelitian DNPI dan JICA, Updating Indonesia’s Greenhouse Gas Abatement Cost Curve (2014).

Buku pertama mengajukan proposisi yang menarik bahwa dunia saat ini memasuki Revolusi Industri Ketiga, integrasi/kombinasi teknologi informasi, sains material skala nano dan pemahaman biologi dan teknologi industri dan infrastruktur akan meningkatkan produktivitas yang substansial. Pendorong perubahan besar ini disebabkan adanya dinamika kependudukan, yang  diperkirakan sekitar 2.5 Milyar kelas menengah baru pada tahun 2030 akan memasuki pasar global. (Catatan: Di tahun 2030 Indonesia mendapatkan bonus demografi, lebih 50 juta usia produktif). Sehingga diperlukan pendekatan baru dalam manajemen baik pemerintah, industri dan para pemangku kepentingan lain dalam merespon dinamika saat ini dan kedepan

Buku kedua GHG Cost Curve Update 2014menggambarkan beberapa pilihan skenario yang memungkinkan bagi Indonesia sampai dengan 2030. Indonesia memiliki potensi pengurangan emisi sekitar 1,2 Giga ton CO2 dimana *0% diantaranya berasal dari hutan dan lahan gambut (46%), pembangkit (29%) dan sekitar 5% dari tranportasi dengan biaya penurunan emisi rata-rata 10 USD/ton.

 

 

Iklan